Rabu, 04 September 2013

FERMENTASI DAUN KELAPA/SAWIT UNTUK PAKAN SAPI



Daun sawit (Palm oil leaf) mengandung protein kasar 14,8%, lignin 27,6% dan kecernaan invitro kurang dari 50%, temasuk kualitas biologis medium (Jalaludin, 1991). Oleh karena itu disarankan pemberian daun sawit kepada ternak jangan melebihi 20%, sebaiknya diberi perlakuan lebih dulu. Daun sawit diketahui memiliki keambaan, daya serap air dan kelarutan yang lebih tinggi. Nilai keambaan yang tinggi merupakan karakteristik berserat tinggi.
Berdasarkan kriteria tersebut pelepah dan daun sawit termasuk ke dalam pakan dasar. Hasil penelitian Purba et al (1997), menunjukkan pelepah daun sawit dapat menggantikan rumput sampai 80% tanpa mengurangi laju pertumbuhan bobot badan domba yang sedang tumbuh.
Pelepah dapat diberikan dalam bentuk segar atau diproses terlebih dahulu menjadi silase. Penggunaan pelepah sawit dalam bentuk silase pada sapi sebanyak 50% dari total pakan dapat menghasilkan pertambahan bobot badan harian berkisar   0,62 - 0,75 kg dengan nilai konversi pakan antara 9,0 - 10,0 (Ishida and Hasan, 1993). 
Perlakuan fermentasi untuk menghasilkan silase pada prinsipnya bertujuan untuk preservasi dan konservasi. Pengaruhnya terhadap nilai gizi bahan relatif kecil. Untuk meningkatkan kandungan gizi dalam proses fermentasi dapat ditambahkan urea.
Hasil penelitian Hasan et al (1996), menunjukkaan pelepah sawit menjadi produk silase tidak meningkatkan kecernaan, namun jika menambahkan urea sebanyak 3 - 6% akan meningkatkan kandungan protein bahan dari 5,6 menjadi 12,5 atau 20%.
Proses pembuatan silase dilakukan dengan mencacah bahan menjadi partikel yang halus. Cacahan diberi salah satu bahan seperti : tepung kanji,  tepung jagung, onggok atau molases sebanyak 3-5% dari berat bahan.  Dasar pemilihan bahan adalah murah dan mudah didapat.

Selain bahan tersebut diatas, tambahkan juga urea 3 - 6%, kemudian semua bahan dimasukkan kedalam drum, padatkan dan tutup rapat untuk mempertahankan kondisi tanpa udara (anerob) selama 2-3 minggu baru bisa digunakan. Pada saat silase dibuka, kering anginkan terlebih dulu baru diberikan kepada ternak. Silase dapat disimpan dalam waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun tanpa mengalami penurunan nilai nutrisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar santun